Monday, October 01, 2007

Song - Gigi - 11 Januari


Gigi - 11 Januari


Intro : Em F Em F Em F Dm G Em F Em F Em F Dm G

Em F
sebelas januari bertemu
Em F
menjalani kisah cinta ini
Em F Dm G
naluri berkata engkaulah milikku

Em F
bahagia selalu dimiliki
Em F
bertahun menjalani bersamamu
Em F Dm G
kunyatakan bahwa engkaulah jiwaku

(*)
Am F
akulah penjagamu
Am F
akulah pelindungmu
Am D/F#
akulah pendampingmu
G
di setiap langkah - langkahmu

Em F
pernahku menyakiti hatimu
Em F
pernah kau melupakan janji ini
Em F Dm G
semua karena kita ini manusia

back to (*)

reff:
C Em
kau bawa diriku
Dm Am G
ke dalam hidupmu
C Em
kau basuh diriku
F G
dengan rasa sayang
C Em
senyummu juga sedihmu
Dm A G
adalah hidupku
C Em
kau sentuh cintaku
F Dm G Am
dengan lembut dengan sejuta warna…

Interlude : F Em Am F Em Dm G

Back to reff:

Em F
sebelas januari bertemu
Em F
menjalani kisah cinta ini
Em F Dm G
naluri berkata engkaulah milikku




Song - Ungu - Kekasih Gelapku

Song - Ungu - Kekasih Gelapku

A D
kumencintaimu lebih dari apapun
E A
meskipun tiada satu orang pun yang tau
F#m Bm
kumencintaimu sedalam-dalam hatiku
E D A
meskipun engkau hanya kekasih gelapku

Bm F#m E
haa..haa..haa..haa…

A D
Kutahu ku takkan slalu ada untukmu
E A
Disaat engkau merindukan diriku
F#m Bm
Kutahu ku takkan bisa memberikanmu waktu

E D
Yang panjang dalam hidupku

A D
yakinlah bahwa engkau adalah cintaku
E A
yang kucari s'lama ini dalam hidupku
F#m Bm
dan hanya padamu kuberikan sisa cintaku
E D
yang panjang dalam hidupku
Bm D Bm
haa…hidupku…haa…

Ref :

A D
kumencintaimu lebih dari apapun
E A
meskipun tiada satu orang pun yang tau
F#m Bm
kumencintaimu sedalam-dalam hatiku
E Dm F
meskipun engkau hanya kekasih gelapku

G A
hoo… ooo…

Interlude : A D E A
F#m Bm E F#

wooooww…
G#m C#m
kumencintaimu sedalam-dalam hatiku
F# B F#
meskipun engkau hanya kekasih gelapku
B E
mencintaimu lebih dari apapun
F# B
G#m C#m
kumencintaimu sedalam-dalam hatiku
F# E F#
meskipun engkau hanya kekasih gelapku
E F#
kekasih gelapku…
B
huuu…huu…


Tuesday, September 18, 2007

Article - Bersiap Menghadapi Kehilangan

Beragam cara menyikapi kehilangan. Dari mulai marah-marah, menangis, protes pada takdir, hingga bunuh diri.Masih ingatkah Anda pada tokoh-tokoh ternama,
yang tega membunuh diri sendiri hanya karena sukses mereka terancam pudar?
Barangkali kisah yang saya adaptasi dari The Healing Stories karya GW Burns
berikut ini, dapat memberikan inspirasi.

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu
arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi
finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi
rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi
kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.Anak-anaknya sudah lama tak
dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli
barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan
kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa
keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.

Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya
terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya.
"Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok," gerutunya kecewa.
Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank."Sebaiknya koin in Bapak
bawa saja ke kolektor uang kuno," kata teller itu memberi saran. Lelaki
itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya kekolektor. Beruntung
sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.

Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan
dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya
beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk
istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk
menyimpan jambangan dan stoples. Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia
memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. Di tengah perjalanan dia
melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih
melihat kayu yang dipanggul lelaki itu.Kayunya indah, warnanya bagus, dan
mutunya terkenal.

Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100
dollar kepada lelaki itu.Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun
pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi
agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai
istrinya. Dia menukar kayu
tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun
segera membawanya pulang. Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru.

Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela
dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita
terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak
ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun
setuju. Kemudian
mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.

Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima.
Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat
itu seorang perampok keluar dari semak-semak,mengacungkan belati, merampas
uang itu, lalu kabur.Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati
suaminya seraya berkata, "Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan?Apa yang
diambil oleh
perampok tadi? Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, "Oh,bukan apa-apa.
Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi".

Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan.

Semoga kita termasuk orang yang bijak menghadapi kehilangan dan sadar bahwa
sukses hanyalah TITIPAN Allah. Benar kata orang bijak, manusia tak memiliki
apa-apa kecuali pengalaman hidup. Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki
apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

Misc - Thank God I Still Remember my 10 point


Standard adalah sesuatu yang kita ikuti, acuan, pegangan dalam kita melakukan sesuatu. Sedangkan Toleransi adalah seberapa besar penyimpangan yang terjadi terhadap standard. Now we’re talking about measuring, ilmunya sih metrology… yang waktu gw kuliah adalah mata pelajaran yang paling gw benci , tapi untung lulus walaupun pas-pasan ^_^.

Gw punya cerita menarik, waktu itu gw disuruh bokap gw memotong besi dan harus dibikin banyak. Anggap aja yang mau dipotong itu adalah sebesar 10 cm, dikasih ukurannya sama dia. Ya udah akhirnya gw kerjain deh, pertama-tama sih gw ngikutin acuan yang dikasih dia, tapi lama kelamaan, tanpa gw sadar gw malah make acuan (standard) yang hasil potongan gw sendiri. Jadi anggap aja setelah gw motong 10 cm gw tidak lagi memakai acuan dari bokap gw yang 10 cm tapi gw make acuan (standard) yang 10,1 cm yang mana merupakan hasil potongan yang memakai standard yang dari bokap gw, trus gw lama kelamaan pake lagi standard yang baru, 10,2 cm, 10,3 cm dst , beruntung kalo kadang-kadang turun jadi 9,8 cm.

Alhasil dari hasil gw memotong itu hasil pekerjaan gw ada yang panjangnnya hampir 11 cm, dimarahin kan sama bokap.

Benda yang dijadikan acuan yang 10 cm itu dinamakan standard dan penyimpangan terhadap 10 cm itu dinamakan toleransi. Misalnya besi 10,2 cm (10,2 – 10 = 0,2 cm ) , maka 0,2 cm adalah toleransinya.

Yang perlu diingat :
Kadang-kadang dalam hidup kita sering menyepelekan acuan yang telah ditetapkan tanpa kita sadar kita sudah lupa dengan standard. Sekali lagi perlu gw tekankan adalah kata-kata “sadar”, karena kata-kata ini kuncinya dan banyak sebagian dari kita lupa.
Banyak dari kita yang tidak punya standard, jadi kadang terombang-ambing oleh keadaan. Karena dia sendiri tidak tahu standard hidup dia , dan dia tidak tahu apakah dia sedang menyimpang atau tidak, atau juga dia tahu dia sedang menyimpang hanya dalam kacamata dia , dia menyimpang masih kecil, padahal sudah terlalu besar.

Dan masalah di gw adalah gw merasa sedikit ada perubahan dalam diri gw, gw menjadi agak gampang terlalu toleran sekarang, dan selain sifat gw sekarang yang lebih terbuka jika dibandingkan dengan waktu gw SMA, gw merasa sekarang lebih asyik, lebih ceria, lebih supel. Gw takut gw akan salah jalan dengan perubahan gw itu. Gw harap cuma parno aja.

Gw pengen cerita aja, ada seseorang anggap saja dia dulu sifatnya adalah 10, yang mana sifat ga bisa diukur, tapi gw gw kira-kira aja. Sifat ini macam-macam bisa didefinisikan bisa sifat baik atau sifat buruk , bisa itu agamanya, tenggang rasanya, kependiamannya, prinsip hidupnya.

Nah seiring dengan perjalanan hidupnya pasti akan terjadi perubahan, baik itu factor internal maupun eksternal, tapi yang paling besar sih menurut gw dari eksternal. Anggap aja setelah beberapa tahun kemudian jika sifatnya bisa diukur maka sifatnya menjadi 11. Kalau-kalau sifat baik yang berkembang, tetapi kalau sifat buruk yang berkembang gimana coba?

Banyak orang yang gw amati di sekitar gw seperti itu, dulu dia begini tapi lama-lama kok dia berubah banget, dan begitu gw sadari dia sudah terlalu jauh dari dia yang dulu.

Gw takut gw akan mengalami hal seperti itu, karena seperti gw tekankan kata kuncinya adalah “sadar”.

Tapi setelah gw pikir-pikir, dengan gw sadar akan hal ini dan gw sendiri bikin tulisan ini, gw masih punya pegangan (standard). Gw masih inget siapa gw yang dulu, gw masih inget berapa nilai 10 gw dulu walaupun misalnya gw sekarang tahu gw ada di nilai 11, karena dengan “kesadaran” gw inilah gw bisa balik lagi ke angka 10 gw dulu. Atau gw adalah orang yang tidak lupa pada diri gw dahulu, gw adalah kacang yang tidak lupa pada kulitnya.


Permasalahan yang ada adalah banyak orang yang mereka sendiri tidak tahu standard dia, dan dia tidak tahu pada angka berapa sekarang dia sedang berpijak , dia merasa masih pada 10,2 padahal sebenarnya dia sudah di 12, kembali lagi dia tidak sadar telah menyimpang terlalu jauh


Standard hidup gw :
Tetap pada agama
Ajaran-ajaran baik orang tua gw

Semakin kita lupa pada standard kita, itu artinya kita adalah orang yang tidak punya prinsip hidup. Jika kita bertemu dengan teman-teman baru kita akan mudah terombang-ambing, teman begini kita ikut begini.

Sebenarnya kita manusia hidup ini sedang menjauh dari nilai 10 kita, karena yang namanya kiamat pasti akan datang, hanya saja kan kita berusaha bagaimana waktu datangnya kiamat itu bisa diperpanjang, dengan kita sadar terhadap standard kita.

Thank God I Still Remember my 10
I’ll write anything I want to write

Monday, September 17, 2007

Misc - Valentino Rossi The Real Doctor



Wuihh udah lama ga nonton balapan Moto GP semenjak performa Rossi yang lagi turun, baru semalam gw nonton lagi balapan motor gede ini dengan berdebar-debar berharap jagoan gw The Doctor menang lagi. Performa Rossi disebabkan oleh motornya yang emang kalah kencang dari Ducatti nya Stoner dan buruknya Ban Michelin musim ini. Gw rasa itu bukan alasan Rossi hanya karena dia sering kalah musim ini. Balapan tadi malam di Estoril Portugal membuktikannya bahwa memang benar kekalahan-kekalahan Rossi musim ini karena faktor motor dan ban yang buruk.
Kalau musim lalu Rossi agal juara dunia karena faktor luck yang kalah dari Hayden. Musim ini Rossi kalah karena Saingannya hebat, dan Performa Ducatti dan Ban Bridgestone yang oke ditambah skill stoner mumpuni juga. Gw rasa musim lalu hayden ga pantes banget jadi juara dunia, malah gw ada sedikit dugaan ada konspirasi bahwa Rossi sengaja mengalah di balapan akhir musim lalu (semoga saja ini tidak benar karena kalau benar gw jadi benci sama Rossi) , Hayden cuma mengandalkan konsistensi cuma yang penting asal naik podium tanpa harus menang di posisi pertama. Tapi musim ini beda, Stoner banyak menang jadi Stoner harus diakui pantas jadi juara dunia tahun ini. Tapi bagi gw, juara dunia gw tetap Valentino Rossi. Dia itu bener-bener Entertainer sejati, ga ada pembalap lain yang membalap seperti dia, bikin jantung deg deg an nontonnya skill nya jauh melebihi siapapun dan yang paling penting DETERMINASI nya untuk menang apalagi kalau udah di lap-lap akhir. Stoner boleh juara musim ini, tapi soal skill Rossi tetap jagonya, kalau saja Rossi punya Motor sekencang Stoner dan Ban sebagus Stoner maka sudah pasti Stoner ketinggalan dua kali lipat. Rossi bisa mengimbangi Stoner musim ini hanya dengan bermodalkan Skill membalap. Hidup The Doctor Idola gw selamanya (^_^)V

Monday, August 20, 2007

Article - Killer Statement

Ada sebuah istilah komunikasi negatif dalam Kecerdasan Emosional yang
disebut killer statement. Apa itu killer statement? Gampangnya,
killer statement itu adalah segala bentuk pernyataan kita yang kita
keluarkan, sadar maupun tidak, tetapi melukai dan mampu merusak
mental maupun semangat orang lain.

Jenis-jenis killer statement ini, tanpa sadar kita dengar setiap
hari, atau barangkali tanpa sadar kita keluarkan dengan maksud
bercanda, memotivasi, tapi justru merusak. Nah, kalimat-kalimat
perusak jiwa yang menghasilkan perasaan yang negatif pada diri
seseorang itulah yang seringkali kita sebut killer statement.

Menariknya, sejarah dunia komik pun pernah mencatat akibat buruk dari
killer statement yang pernah diterima oleh dua anak bernama Jerry
Siegel dan Joe Shuster. Kisahnya begini. Di masa depresi yang melanda
Amerika pada 1933, Jeery Siegel mempunyai ide menciptakan seorang
tokoh pahlawan anak-anak yang mempunyai kemampuan luar biasa.

Tenaganya lebih kuat dari besi, bisa terbang dan asalnya dari planet
lain. Maka, bersama dengan temannya yakni Joe Shuster yang pandai
melukis, diciptakanlah untuk pertama kalinya gambaran manusia baja
tersebut. Tetapi gambaran komik manusia super itu tidaklah begitu
menarik. Kecaman dan kritikan diterima.

Selama enam tahun berturut-turut komiknya pun ditolak sana-sini.
Hingga akhirnya, puncak kehancuran mental Siegel dan Shuster terjadi
saat mereka mendengar ada editor dari Detective Comics yang
membutuhkan komik strips. Lantas mereka pun mencoba menjual kepada
mereka.

Tapi, saat membuka-buka dan menlihat gambaran komik mereka, para
editor pun tertawa dan berkata, "Wah, nggak akan ada yang percaya
dengan ide komik seperti ini. Gambarnya murahan dan tak mungkin laku
dijual". Maka, karena sudah terlalu frustrasi dengan penolakan dan
kalimat yang menghancurkan itu, Shuster dan Siegel akhirnya sepakat
menjual komik serta segala hak ciptanya kepada Detective Comics hanya
senilai US$130.

Perhatikan baik-baik, hanya seharga US$130 ! Tapi, itulah kesalahan
terbesar Siegel dan Shuster akibat terlalu mendengarkan killer
statement yang diterimnya. Karena, beberapa saat setelah komiknya
dibeli, karakter komiknya ternyata menjadi pujaan. Anda pasti bisa
menebak. Itulah tokoh Superman, manusia Krypton dengan kemampuan
terbang, penglihatan super serta kekuatan fisik yang luar biasa.

Komik Superman menjadi begitu laris, hingga difilmkan, karakternya
menjadi tokoh idola anak-anak. Sementara Shuster dan Siegel,
penciptanya yang pertama, hanya bisa gigit jari. Tokoh Superman
menjadi populer dan meraup keuntungan miliaran dolar AS. Tapi tokoh
penciptanya hanya mendapat US$130, bahkan hidup dalam utang dan
kemiskinan.

Untungnya, pada 1975 setelah mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari
publik yang menganggap Detective Comics tidak berperikemanusiaan
dengan membiarkan pencipta Superman hidup dalam miskin, akhirnya
Detective Comics sepakat memberikan jaminan finansial. Tetapi, kalau
kita melihat kembali, itulah harga dari sebuah killer statement yang
telah menghancurkan karir dan kehidupan dua orang bocah bernama
Shuster dan Siegel.

Pembaca, kisah ini kiranya membuat kita sadar akan bahaya dari killer
statement dalam hubungan interpersonal kita. Memang, kadang killer
statement ini diucapkan tidak dengan intensi yang negatif, tapi
dampaknya, sungguh merusak! Namun, bisa juga killer statement ini
diucapkan dengan maksud khusus untuk menjatuhkan mental orang yang
mendengarnya.

Tip penting

Untuk itu, ada beberapa tip penting bagi kita. Pertama, hati-hati
dengan killer statement yang mungkin kita ucapkan baik kepada anak
kita, pasangan hidup kita, rekan kerja maupun bawahan kita. Killer
statement ini menunjukkan bahwa kalimat yang diucapkan tanpa
pertimbangan, bisa membunuh potensi, kemampuan maupun karakter baik
seseorang.

Karena itu, kalaupun Anda sedang stress, sedang tidak dalam kondisi
mood untuk bicara, merasa tidak puas dengan hasilnya, ataupun merasa
tidak suka dengan apa yang Anda saksikan, usahakan untuk menghindari
menggunakan kalimat yang bernada menghancurkan atau mencela.

Kedua, kita sendiri sebagai orang yang akan dan biasa menerima killer
statement dari orang-orang di sekitar kita, lebih baik kita siapkan
anti virus bagi kita sendiri. Anti virus ini berisi kalimat lain yang
kita ucapkan pada diri kita sendiri, meskipun orang lain sudah
mengatakan killer statement itu kepada kita.

Dalam workshop Kecerdasan Emosional yang kami lakukan, salah satu
latihan yang kami berikan adalah dengan menggunakan kalimat penguatan
positif yang cepat menetralkan meskipun orang lain telah mengatakan
hal yang buruk kepada Anda.

Menariknya, juga di salah satu acara kontes menyanyi, ada seorang
penyanyi kodang yang sudah tua, tapi diundang menjadi tamu untuk
juri. Saat itu ada seorang penyanyi yang mendapat penilaian buruk dan
akhirnya tersingkir. Saat sebelum mundur, si penyanyi tua ini
memberikan nasihat, "Jangan pedulikan hasil penilaian ini buatmu.
Yang penting adalah kuatkanlah dirimu terus. Sayapun tidak pernah
menjuarai kontes menyanyi, toh dengan kegigihan, saya bisa menjadi
seorang penyanyi. Teruslah berlatih dan buktikan dirimu bisa
berhasil". Wow, mata saya berkaca-kaca mendengar motivasi dari sang
artis dan bintang penyanyi tua ini.

Sungguh suatu kata-kata penguatan yang luar biasa. Andapun harus
mengatakan hal yang sama kepada diri Anda, saat Anda diberikan kata-
kata negatif ataupun killer statement. Ingatlah pembaca, jangan
sampai potensi dan kemampuan Anda dirusak oleh kata-kata dari kalimat
orang yang tidak bertanggung jawab. Merekalah yang sebenarnya punya
masalah dengan diri mereka. Jangan biarkan mereka merusak diri Anda.
Jangan biarkan mereka mencuri mimpi Anda.

Sumber: Killer Statement oleh Anthony Dio Martin



Story - Sebelum Kamu Menceraikanku, Gendonglah Aku

Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yang cuma berkamar satu. Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang sangat bahagia. Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu.

Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening. Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil.
Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yang bersamaan.

Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yang tidak kusangka-sangka.Dew hadir dalam kehidupanku. Waktu itu adalah hari yang cerah. Aku berdiri di balkon dengan Dew yang sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yang kubelikan untuknya.

Dew berkata , "Kamu adalah jenis pria terbaik yang menarik para gadis." Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu,begitu sukses,akan menjadi sangat menarik bagi para gadis."

Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, "Kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor"

Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun,aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka.

Sejujurnya,ia adalah seorang istri yang baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama. Atau aku akan menghidupkan komputer, membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.

Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "Seandainya kita bercerai, apa yang akan kau lakukan? "
Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yang sangat jauh darinya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.

Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia. Ia kelihatan sedikit kecurigaan. Ia berusaha tersenyum pada bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.

Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu-ragu lagi. Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya,"Ada sesuatu yang harus kukatakan" Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir.

"Aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang. Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku, tapi ia bertanya secara lembut,"kenapa?" "Aku serius." Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah.
Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki-laki!".

Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yang telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dew.

Dengan perasaan yang amat bersalah, Aku menuliskan surat perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian..

Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yang telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yang asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yang telah kuucapkan.
Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh-sungguh telah terjadi.

Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali. Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya.

Ia tidak menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya,dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya.
Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.

Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita?"

Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku dilenganmu", katanya,
"Jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu."

Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yang telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.

Aku memberitahukan Dew soal syarat-syarat perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yang ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh. Kata-katanya membuatku merasa tidak enak.

Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. Kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami,"Wah, papa membopong mama, mesra sekali" Kata-katanya membuatku merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku.

Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," Mari kita mulai hari ini,jangan memberitahukan pada anak kita."
Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.

Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku,kami begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi dibajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi, beberapa kerut tampak di wajahnya.

Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "Kebun diluar sedang dibongkar, hati-hati kalau kamu lewat sana."

Hari keempat,ketika aku membangunkannya,aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku. Bayangan Dew menjadi samar.

Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti, dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yang telah ia setrika, aku harus hati-hati saat memasak,dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat. Aku tidak memberitahu Dew tentang ini. Aku merasa begitu ringan membopongnya.Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya, "Kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang"

Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yang cocok. Lalu ia melihat,"Semua pakaianku kebesaran". Aku tersenyum.Tapi tiba-tiba aku menyadarinya sebab ia semakin kurus itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi , aku merasakan perasaan sakit

Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut. "Pa,sudah waktunya membopong mama keluar" Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yang penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami. Aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.

Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata, "Sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua". Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "Antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra". Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga.

Dew membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf Dew, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius". Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. "Kamu tidak demam". Kutepiskan tangannya dari dahiku "Maaf, Dew,Aku cuma bisa bilang maaf padamu,Aku tidak ingin bercerai.

Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi.Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu"

Dew tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku.
Penjual bertanya apa yang mesti ia tulis dalam kartu ucapan?
Aku tersenyum, dan menulis " Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua..."


Thursday, July 26, 2007

Song - Peterpan - Di Balik Awan

Song - Peterpan - Di Balik Awan


Intro : A
Bm E A E 2x

Bm E
Ku tak slalu berdiri
A E
Terkadang hidup memilukan
Bm E
Jalan yang kulalui
A E
Untuk sekedar bercerita

Bm E
Pegang tanganku ini
A E
Dan rasakan yang ku derita
Bm E
Apa yang kuberikan
A E
Tak pernah jadi kehidupan
Bm E
Semua yang kuinginkan
A E
Menjauh dari kehidupan



#
Bm E
Tempatku melihat Dibalik awan
A E
Aku melihat dibalik hujan
Bm E
Tempatku terdiam Tempat bertahan
A E
Aku terdiam dibalik hujan

Musik : Bm E A E 2x

Bm E
Pegang tanganku ini
A E
Dan rasakan yang kuderita
Bm E
Genggam tanganku ini
A E
Genggam perihnya kehidupan

Bm E
Apa yang kuberikan
A E
Tak pernah jadi kehidupan
Bm E
Semua yang uinginkan
A E
Menjauh dari kehidupan


Back to # 3X



Tuesday, July 24, 2007

Song - Samsons - Kisah Tak Sempurna

Samsons - Kisah Tak Sempurna

Intro: A F#m Bm E (2x)

A F#m
aku memang tak berhati besar
Bm E
untuk memahami hatimu di sana
A F#m
aku memang tak berlapang dada
Bm E
untuk menyadari kau bukan milikku lagi


*
D A
dengar… dengarkan aku
C#m Bm
aku akan bertahan sampai kapanpun
E D
sampai kapanpun… wo… wou…

ref:
D C#m Bm A
maafkan aku yang tak sempurna 'tuk dirimu
D C#m Bm
usailah sudah kisah yang tak sempurna
E A
untuk kita kenang…

A F#m
andai aku dapat merelakan
Bm E
setiap kepingan ukiran kenangan indah
A F#m
andai aku sanggup menjalani
Bm E
setiap detik dan waktu mendatang dan ooh…

back to *

back to ref


int: F#m E/G# A E/G# F#m E D E

back to *

D C#m Bm A
maafkan aku yang tak sempurna 'tuk dirimu
D C#m Bm
usailah sudah kisah yang tak sempurna
E D A/C# Bm A D A/C#
untuk kita kenang… kenang… kenang… uuh…
Bm E A
kisah yang tak sempurna untuk kita kenang…



Friday, July 13, 2007

Story - Pohon, Daun dan Angin

POHON

Orang2 memanggilku "POHON" karena aku sangat baik dalam menggambar pohon. AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. AKu telah berpacaran sebanyak 5 kali...Ada satu wanita yang sangat AKU cintai...tapi AKU tidak punya keberanian untuk mengatakannya. ..Dia tidak cantik...tidak memiliki tubuh yang sexy..Dia sangat peduli dengan orang lain..religius tapi..dia hanya wanita biasa saja. Aku menyukainya. .sangat menyukainya. .Gayanya yang innocent dan apa adanya..kemandirian nya..kepandaiann ya dan kekuatannya. .Alasan AKU tidak mengajaknya kencan karena..AKU merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku..

AKU takut..jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang..

AKU takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya. ..

AKU merasa dia adalah "sahabatku". ..

AKU akan memilikinya tiada batasnya...tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia...Alasan yang tarakhir..membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini...

Dia atau AKU mengejar gadis2 lain dan AKU telah membuatnya menangis selama 3 tahun...Ketika AKU menggandeng tangan pacarku yang ke-2 terlihat olehnya...DIa hanya tersenyum dengan berwajah merah...,setelah itu pergi meninggalkan kami.

Esoknya, matanya bengkak..dan merah..AKU sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis..tapi AKU tertawa..bercanda dengannya seharian di ruang itu..Di sudut ruang itu dia menangis..dia tidak tau bahwa AKu kembali untuk mengambil sesuatu yang tertinggal.. Hampir 1 jam kulihat dia menangis disana...Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. ..Pernah sekali mereka berdua perang dingin.AKU tau bukan sifatnya untuk memulai perang dingin...Tapi AKU masih tetap bersama pacarku..AKU berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget..

AKU tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku...Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya.. .AKU tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia...

AKU juga sedih...Ketika AKU putus dengan pacarku yang ke-5, AKu mengajaknya pergi.. Setelah kencan satu hari itu..AKU mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya...Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku..

AKU cerita tentang putusnya AKU dengan pacarku...

DIA berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang..

AKU tau pria itu..dia sering mengejarnya selama ini...Pria yang baik,penuh energi dan menarik..

AKU tidak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, AKU hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya...Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan AKU tidak dapat menahannya.. Seperti ada batu yang sangat besar didadaku..AKU tidak bisa bernapas dan ingin berteriak namun apadaya..

Air mataku mengalir tak terasa aku menangis karenanya..

Sudah sering AKU melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya. ..

Handphoneku bergetar..ternyata ada SMS masuk...SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis...

SMS itu berbunyi, "DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal!?"


DAUN

AKU suka mengoleksi daun-daun, kenapa? Karena aku merasa bahwa DAUN untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali membutuhkan banyak kekuatan. Selama 3 tahun AKU dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi "Sahabat". Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya...AKU mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya-CEMBURU- ...

Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon. Hal itu seperti 100 butir lemon busuk.

Mereka hanya bersama selama 2 bulan...Ketika mereka putus, AKU menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya. Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi..

AKU menyukainya dan AKU tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak mau mengatakannya? Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah?

Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih..Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa. .AKU mulai mengira bahwa ini adalah cinta bertepuk sebaleh tangan..

Tapi..mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman? Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati..AKU tau kesukaannya. .kebiasaannya. ..

Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui..Kau tidak mengharapkan AKU seorang wanita untuk mengatakannya bukan.Diluar itu,AKU mau tetap disampingnya. .memberinya perhatian..menemani ..dan mencintainya. .Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku. ..Hal itu seperti menunggu telephonenya tiap malam..mengharapkan mengirim SMS..AKU tau sesibuk apapun dia pasti meluanggkan waktunya...

3 tahun cukup berat untuk kulalui dan AKU mau menyerah...Kadang AKU berpikir untuk tetap menunggu..Dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini...Akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku.. setiap hari dia mengejarku tanpa lelah..Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku...

AKU berpikir...apakah aku ingin memberinya ruang kecil di hatiku untuknya?!..

Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon..

Akhirnya,AKU sadar bahwa AKu ingin memberi angin ruang yang kecil dihatiku..

AKU tau ANgin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik..

AKhirnya AKU meninggalkan Pohon...

tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal..

AKU sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku..

"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?!"


ANGIN

AKU menyukai seorang gadis bernama DAUn.. karena dia sangat bergantung pada POHON..jadi aku harus menjadi ANGIN yang kuat.. ANgin akan meniup DAUN terbang jauh...

Pertama kalinya..AKU melihat seseorang memperhatikan kami...Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2nya memperhatikan POHON...KEtika POHON berbicara dengan gadis2, ada cemburu dimatanya..

KEtika Pohon melihat ke arah DAun, ada senyum dimatanya..

Memperhatikannya menjadi kebiasaanku. .seperti Daun yang suka melihat POHON...

Satu hari saja tak kulihat dia..AKU merasa sangat kehilangan..DI sudut ruang itu, ku lihat Pohon sedang memperhatikan DAun..Air mengalir di mata DAun ketika POhon pergi..Esoknya. .KU lihat DAun ditempatnya yang biasa sedang memperhatikan POhon..AKU melangkah dan tersenyum padanya..KUambil secarik kertas..kutulis dan kuberikan padanya..

Dia sangat kaget..Dia melihat ke arahku,tersenyum dan menerima kertas dariku..

Esoknya..dia datang... menghampiriku memberikan kembali kertas itu..HAti DAun sangat kuat dan ANGin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu kerena DAUN tidak mau meninggalkan POhon.AKu melihat kearahnya..kuhampiri dengan kata2 itu...Sangat pelan..dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan telp ku..AKU tau orang yang dia cintai bukan AKu..tapi AKU akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku.. Selama 4bln, AKU telah telah mengucapkan kata cinta tidak kurang dari 20 x kepadanya..Hampir tiap kali dia mengalihkan pembicaraan. ..tapi AKU tidak menyerah..Keputusan ku bulat..AKU ingin memilikinya. ..dan berharap dia akan menjadi pacarku..AKu bertanya, "apa yang kau lakukan?Kenapa kau tidak pernah membalas?

MEngapa kau selalu membisu?" DIa berkata. "AKU menengadahkan kepalaku"...

"AH?" Aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar..."AKU menengadahkan kepalaku" dia berteriak..KUletakk an telephone..melompat ..berlari seribu langkah..ke rumahnya..DIa membuka pintu bagiku..

"DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal!?"

 

© Free blogger template 3 columns